Tinjauan Thailand vs Indonesia: Gagal Beradaptasi

Tinjauan Thailand vs Indonesia: Gagal Beradaptasi

Perjalanan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di SEA Games 2021 usai. Indonesia keok dari Thailand dengan skor 1-0 dalam babak semifinal di Stadion Thien Truong, Kamis (19/5).

Kemenangan Thailand diraih berkat Weerathep Pomphan. Tembakannya menghujam jala gawang Ernando Ari di menit ke-95 babak tambahan. Gol tunggal itu bertahan hingga peluit panjang dan memupus harapan Garuda Muda meraih medali emas, sekaligus mengakhiri puasa juara selama 31 tahun.

Keputusan Adaptif

Pada laga kontra Thailand, pelatih Shin Tae-yong menunjukkan sikap adaptif kepada tim asuhannya. Menyusul akumulasi kartu kuning yang diterima Asnawi Mangkualam, awalnya diprediksi Ilham Rio Fahmi yang akan mengisi posisi bek kanan. Ternyata, Rachmat Irianto yang turun di posisi hal yang demikian.

Bek kanan bukan posisi asli Irianto yang lazimnya bermain sebagai seorang gelandang bertahan. Hal ini berusaha dimaksimalkan oleh Thailand. Ekanit Panya kerap mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Indonesia.

Pemain sayap kiri Thailand itu punya kecepatan yang sempat membikin Irianto kewalahan. Ekanit kerap menusuk kotak pinalti Indonesia. mujur, penyelesaiannya kurang bagus.

Secara lazim, Garuda Muda cakap mengimbangi permainan Thailand di babak pertama. Indonesia menargetkan unggul lebih dahulu melewati serangan permainan menekan yang cukup intens. Hal ini tergambar dari keputusan STY menurunkan trio Marc Klok-Marselino Ferdinan-Ricky Kambuaya di lini tengah.

STY ingin memaksimalkan ruang kosong di belakang garis pertahanan tinggi Thailand. tak jarang, bola segera dilepaskan ke Egy Maulana Vikri yang bermain di sayap kanan.

Umpan-umpan jauh itu juga bertujuan memaksimalkan kelemahan Thailand di sisi kiri pertahanan, seperti ketika mereka keok 1-2 dari Malaysia di laga pertama fase grup. Seluruh gol Malaysia berkat memanfaatkan lebar lapangan. karenanya, tak heran alasan peran Egy amat vital dalam laga melawan tim asuhan Alexandre Polking. Pemain asal FK Senica itu sering melepaskan umpan silang, cutback, dan menusuk kotak pinalti.

Baca juga:  Polisi Kelak Panggil Madura United, Soal Dana Sponsor dari Modus Penipuan Robotic Buying and selling: Liga Judi

Namun, hal itu bisa diantisipasi lini belakang Thailand. Duet bek tengah Jonathan Khemdee dan Chonnapat Buaphan cakap menekan lawan, menahan pergerakan hingga menepis umpan silang dari Egy ataupun Witan Sulaeman. Sebanyak tiga percobaan tembakan Garuda Muda tak satupun mengarah ke gawang pada babak pertama.

Paruh Kedua Milik Thailand

Setelah babak pertama berlalu tanpa peristiwa berarti, Thailand meningkatkan intensitas serangan di permulaan babak kedua. Indonesia pun memutuskan menjaga kedalaman karena susah untuk menjalankan serangan balik.

Thailand menekan cukup agresif. Ketika mendapat peluang untuk menjalankan serangan balik cepat, Egy senantiasa dijegal oleh pemain Thailand. Para pemain Thailand pun menyasar pemain Egy dengan perlakuan keras. Beberapa kali Egy hingga terkapar setelah dihajar lawannya.


Sementara, Marselino yang diturunkan guna menolong membangun serangan justru lebih sering menjaga kedalaman. Ia tak berkutik menghadapi pressing ketat pemain Gajah Perang. hingga-hingga, pola serangan mesti dibebankan kepada Kambuaya.

Duet gelandang Weerathep dan Chayapipat Supunpasuch mengurung Marselino sehingga susah bergerak. Pemain berusia 17 tahun itu tak jarang menjalankan kesalahan-kesalahan fatal yang bisa dimanfaatkan pemain Thailand menjadi peluang.

Dalam waktu 90 menit, Thailand hanya menjalankan satu pergantian pemain, yakni ketika Patrik Gustavsson masuk. Sementara Indonesia telah menjalankan empat pergantian pemain, dengan memasukkan Syahrian Abimanyu, Saddil Ramdani, M. Ridwan, dan Ronaldo Kwateh.

Dengan hadirnya Gustavsson, Thailand memainkan cukup banyak umpan silang untuk membongkar lini pertahanan Indonesia. Gustavsson punya keunggulan dalam duel udara. malahan satu tandukannya hampir membahayakan gawang Tim Merah Putih.

Selain itu, Thailand juga memanfaatkan permainan dari tengah. Benjamin Davis cakap memanfaatkan ruang di lini tengah dan memberikan bola kepada lini serang. Ia punya kecakapan individu yang beberapa kali cakap mengecoh penjagaan Fachrudin Aryanto dan Rizky Ridho.

Baca juga:  Hasil Tim indonesia Ekuador vs Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2022: pinalti Enner Valencia Selamatkan La Tricolore dari Kekalahan : Liga Judi

Indonesia Melepas Penjagaan

Waktu 90 menit usai dengan skor kacamata. laga pun berlanjut ke babak tambahan. Setelah mencoba berkali-kali, Gajah Perang membuka keunggulan melewati tembakan Weerathep setelah memaksimalkan kesalahan pemain Indonesia.

Berawal dari kegagalan Marc Klok memberi bola ke depan, lalu dipotong oleh pemain Thailand. Gustavsson Memperoleh bola dan menggiring bola dari sepertiga tengah hingga kotak pinalti Indonesia.

Fachrudin, Ridho, Rio Fahmi, hingga Klok tak bisa merebut bola dari kaki Gustavsson. Keempatnya hanya membayangi pergerakan Gustavsson tanpa cakap merebut bola. Davis pun mendekati sang striker lalu mendapat bola.

Davis hanya bergerak sedikit sebelum memberikan bola kepada Weerathep yang datang dari lini kedua. Weerathep sukses menyambut bola walaupun mendapat tekanan dari Alfeandra Dewangga dan Ronaldo. Namun Dewa dan Ronaldo gagal, Weerathep pun melepaskan bola yang tak cakap digapai Ernando.

Berdasarkan statistik, Indonesia hakekatnya mencatatkan tendangan ke gawang lebih banyak daripada Thailand (delapan berbanding tiga). Namun, pada akhirnya, efektivitas memanfaatkan peluang yang menentukan.

Nikmati kemenangan judi bola dengan odds terbaik di Liga Judi. Karena kami ialah Agen SBOBET terpopuler di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.