Tinjauan Indonesia vs Myanmar: Unggul di Lini Tengah

Tinjauan Indonesia vs Myanmar: Unggul di Lini Tengah

Tim Nasional (Timnas) Indonesia sukses tekuk Myanmar dengan skor 3-1 di Stadion Viet Tri, Vietnam pada Pekan (15/5). Kemenangan hal yang demikian membikin Indonesia duduk di posisi kedua klasemen Grup A SEA Games 2021.

Berstatus sebagai runner-up grup, Tim Merah Putih dipastikan lolos ke semifinal. Indonesia tinggal menunggu calon lawannya pada babak empat besar, antara Thailand atau Malaysia yang akan melakoni laga terakhirnya fase Grup B hari ini, Senin (16/5).

Marselino Masuk Susunan Pertama

Pada laga kontra Myanmar, Indonesia turun dengan formasi 4-3-3. Shin Tae-yong tak mengubah formasi selama empat lomba fase grup. Hanya saja, Shin kerap mengubah susunan pemain yang turun semenjak menit permulaan.

Tercatat, ada perubahan di lini tengah Garuda Muda. tak seperti tiga laga sebelumnya, Marselino Ferdinan akhirnya turun sebagai starter. Marselino menggantikan posisi Syahrian Abimanyu yang sebelumnya masuk susunan pertama melawan Timor Leste dan Filipina.

Diturunkannya Marselino semenjak permulaan, Shin ingin mencuri momentum sedari permulaan melalui perannya. Marselino sendiri punya kecepatan untuk bermain antar lini tengah dan depan.

Berposisi sebagai gelandang serang, Marselino bertugas mengawal sepanjang garis kedua hingga kotak pinalti lawan. Pemain kelahiran 9 September 2004 itu juga mempunyai kecepatan untuk menekan lawannya.

Apalagi kecepatan Marselino dalam menekan berbuah gol untuk Indonesia. Marselino menekan Ye Lin Ntet yang mendapatkan bola dari rekannya. Lin Ntet terpaksa membuang bola dengan cepat lantaran Marselino mulai menekan. Dengan seperti itu, Lin Ntet pun salah mengoper bola.

Dengan cepat, Egy Maulana Vikri menyambut bola liar lalu dikasih kepada Irfan Jauhari. Irfan sempat menembakkan bola yang diblok oleh lini pertahanan Myanmar. Bola pantulan seketika dimanfaatkan oleh Egy menjadi gol pertama untuk Indonesia.

Baca juga:  Liverpool Terus Pepet Manchester City, Jurgen Klopp ogah Jemawa : Liga Judi

Myanmar Tak Mau Ambil Risiko

Sedari permulaan, Myanmar memasang lima bek dalam formasi 5-3-2. Velizar Popov yang mengarsiteki Myanmar, tak mau ambil pusing sehingga menumpuk pemain di sektor pertahanan. Popov tahu betul, Indonesia merupakan tim paling produktif di Grup A SEA Games 2021.

Namun pertahanan Myanmar seakan tak sanggup menahan gempuran tim berjuluk Garuda ini. Meningkatkan kuantitas bukan berarti gawang menjadi aman. Barisan pertahanan Myanmar malah cenderung tak disiplin dalam mengamankan gawang.

tak disiplinnya pertahan Myanmar, memberikan ruang bagi Indonesia untuk kembali cetak gol. Alih-alih mengawal Witan Sulaeman di sisi kiri, Myanmar merapatkan barisan pertahanan untuk menjaga pergerakan Ricky Kambuaya, Irfan, dan Marselino.

Ternyata, Kambuaya memberikan bola dengan kaki belakang kepada Witan. Ia pun sanggup menambah keunggulan menjadi 2-0 kurang dari 10 menit waktu berjalan di babak pertama.

Myanmar tak gentar. Setelah tertinggal dua gol, Soe Moe Kyaw dan rekan-rekannya berusaha menyerang. Mereka mengaplikasikan garis pertahanan tinggi. Mereka juga memainkan operan-operan pendek sebelum mendistribusikan bola seketika ke depan.


Apalagi dengan masuknya pemain senior, Maung Maung Lwin, cukup mengubah permainan Myanmar menjadi lebih tepat target. Setidaknya Lwin mencatatkan lima peluang, tetapi sayangnya tak satupun bisa dikonversi menjadi gol.

Sementara itu, Indonesia malah kembali menambah keunggulan menjadi 3-0 di penghujung babak pertama. Berawal dari sepak pojok Marc Klok, lalu bola dibuang oleh pemain Myanmar. Marselino sukses memanfaatkan bola muntah dari luar kotak pinalti.

Catatan Sisi Kiri Pertahanan Indonesia

Indonesia tak menambah pundi-pundi gol di babak kedua. Garuda Muda tak bermain tergesa-gesa. Mereka hanya sesekali menekan pemain Myanmar. Apalagi kali ini, Myanmar yang lebih sering menyerang.

Baca juga:  Pelatih Tim nasional Brasil Ungkap situasi Neymar yang kini Kicau di PSG: Liga Judi

Kombinasi Htet Phyo Wai dan Win Naing Tun di lini serang Myanmar, kerap mengganggu pemain belakang Indonesia. Apalagi keduanya tak jarang bermain melebar demi mengeksploitasi masing-masing sisi pertahanan Fachrudin dkk.

Sisi kiri pertahanan Indonesia juga semakin melemah. Sektor yang dihuni Alfreandra Dewangga itu senantiasa menjadi target empuk pemain Win Naing Tun. Dewangga tak jarang sirna kendali sektor yang ia huni.

Akibatnya, Myanmar bisa memperkecil ketinggalan melalui Win Naing Tun dari sisi kiri pertahanan Indonesia. Berawal dari permainan lini belakang Myanmar, bola perlahan mengalir ke depan. dikala bola berada di kaki Lwin Moe Aung, ia seketika memberikan umpan terobosan untuk Naing Tun.

Naing Tun menggiring bola di sepanjang sisi kiri Indonesia. Ia mengecoh Dewa hingga terjatuh seakan kakinya terpelintir. Naing Tun pun melepaskan bola yang merobek gawang Ernando Ari di menit ke-66.

Menambah Kuantitas Lini Pertahanan

Usai kebobolan, Shin Tae-yong menarik keluar Kambuaya dan Marselino Ferdinan. Sebagai gantinya, Abimanyu serta Rachmat Irianto masuk arena tanding. Shin ingin timnya bisa menahan serangan serba cepat dari Myanmar.

Irianto datang di waktu yang tepat. Ia cukup fit bertanding mengingat baru menghabiskan 55 menit dari tiga lomba pertama bersama Indonesia. Pemain berusia 21 tahun itu juga punya peran penting dalam hal memotong aliran bola dari Myanmar.

Sementara Klok juga tak terlalu bergerak dinamis berkat kehadiran Irianto. Klok kerap menolong mengisi kekosongan masing-masing sisi pertahanan Indonesia apabila sewaktu-waktu Asnawi Mangkualam dan Dewa terlambat turun setelah turut menyerang.

Nikmati kemenangan judi bola dengan odds terbaik di Liga Judi. Karena kami merupakan Agen SBOBET terpopuler di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.