Pratinjau Malaysia vs Indonesia: Hadapi Krisis Pemain

Pratinjau Malaysia vs Indonesia: Hadapi Krisis Pemain

Setelah gagal meraih karcis partai final SEA Games 2021, Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan berseteru dengan Malaysia untuk memperebutkan medali perunggu, Pekan (21/5) pukul 16.00 WIB di Stadion Thien Truong.

Kedua tim sama-sama lolos ke semifinal sebagai runner-up grup masing-masing. Keduanya juga sama-sama keok dari juara grup yaitu Thailand (Grup B) serta Vietnam (Grup A).

Tim Merah Putih semestinya menelan kekalahan melalui gol tunggal Thailand yang dicetak Weerathep Pomphan di babak pertama waktu tambahan. Sama halnya dengan Malaysia yang tersingkir usai Nguyen Tien Linh kapabel merobek gawang Malaysia di paruh kedua waktu tambahan.

Mengimbangi Permainan Thailand

Meski berhadapan dengan tim sekaliber Thailand, Indonesia sebetulnya kapabel mengimbangi permainan Jonathan Khemdee dan rekan-rekannya, lebih-lebih di babak pertama. Garuda Muda tampil menyerang melalui permainan bola-bola panjang yang dialirkan ke sisi sayap.

Indonesia pun unggul percobaan tembakan sebanyak 13 kali berbanding 11 secara keseluruhan. Garuda Muda juga mencatatkan delapan tendangan tepat target, sementara Thailand menciptakan tiga tendangan tepat target. Pada akhirnya, penyelesaian akhir menjadi kunci.

Selain itu, kesalahan individu ikut serta serta berperan. Thailand kapabel memecahkan kebuntuan pada menit ke-95 waktu tambahan pertama. Berawal dari Worachit Kanitsribumphen yang memanfaatkan kesalahan Marc Klok, lalu memberikan bola kepada Patrik Gustavsson. Gustavsson pun menggiring bola dari garis kedua hingga kotak pinalti Indonesia.

Tanpa disadari, Davis menyambut Gustavsson dari kanan dan mengerjakan sentuhan sebelum memberikannya kepada Weerathep. Alfeandra Dewangga dan Klok tak bisa menggapai aliran bola, sehingga Weerathep leluasa mencetak gol.

Indonesia Kehilangan Pemain

Pelatih Shin tampaknya semestinya berpikir keras merancang komposisi pemain di tengah krisis pemain. Pada laga vs Thailand, Ricky Kambuaya, Rachmat Irianto, dan Firza Andika diusir dari lapangan setelah mendapatkan kartu merah dari wasit. karenanya ketiganya dipastikan tak bisa memperkuat Indonesia pada perebutan perunggu kontra Malaysia.

Baca juga:  Shin Tae-yong Ungkap Sebab Tim indonesia Indonesia U-19 Dibantai Tim indonesia Korea Selatan U-19 : Liga Judi

Kambuaya senantiasa diturunkan semenjak menit permulaan di lima lomba SEA Games 2021. Pemain asal Persib Bandung itu menjadi andalan Shin di lini tengah Indonesia. jikalau ia tak bertanding, besar kemungkinan motor serangan Garuda Muda akan melemah.

Kambuaya bertugas untuk menjembatani lini tengah ke lini serang. Ia unggul memanfaatkan ruang untuk mendapat bola, kemudian memberikan bola kepada penyerang di depan. Sejauh ini, Kambuaya mencatatkan satu asis.

Soal urusan bertahan, Kambuaya menjadi pemain urutan ketiga dengan catatan tekel terbanyak selama SEA Games 2021 seperti dikutip statistik Lapangbola.

Belum lagi Irianto yang semestinya tak hadir, punya ketangguhan dalam bertahan. Meski ditempatkan sebagai fullback kanan melawan Thailand, Irianto cukup kapabel meredam serangan Gajah Perang walaupun sesekali kerepotan.

Selain Kambuaya, Irianto, dan Firza, Indonesia berpotensi kehilangan Egy serta Dewangga. Egy terkapar di lapangan karena senantiasa mendapat perlakuan keras dari pemain Thailand. Pasalnya, pergerakan Egy dari sisi kanan Indonesia, kerap membahayakan lini belakang Thailand.


Satu-satunya kabar bagus mungkin ialah Asnawi Mangkualam dipastikan bisa kembali mengisi posisi bek kanan Garuda Muda. Ia telah menjalani hukuman akumulasi kartu kuning ketika melawan Thailand.

Kekuatan dan Kelemahan Malaysia

Berdasarkan lima lomba yang dilakoni Malaysia, pemanfaatan pemain sayap menjadi kunci permainan. menonjol dalam gol Macan Malaya yang bersarang ke gawang Thailand, Laos, Singapura, hingga Kamboja.

Di sisi sayap kiri dan kanan Malaysia yang dihuni Mukhairi Ajmal dan Luqman Hakim kerap memberikan perlawanan kepada lini pertahanan lawan. Keduanya senantiasa punya opsi untuk memberikan umpan silang ataupun menusuk kotak pinalti.

Pada proses gol pertama atas Thailand, Ajmal memanfaatkan lebar lapangan setelah menyambut operan kunci dari Nik Akif. Ajmal menggiring bola dan melewati satu pemain Thailand. Ia pun melepaskan umpan silang dan diselesaikan dengan bagus oleh striker Danial Asri.

Baca juga:  Hasil Tim indonesia Portugal vs Makedonia Utara: Menang 2-0, Cristiano Ronaldo Dkk Lolos ke Piala Dunia 2022! : Liga Judi

Sementara itu, gol kedua juga lahir melalui pemanfaatan sisi lapangan. Berawal dari Quentin Cheng yang melepaskan bola jauh ke depan. Bola sempat dibuang ke tengah oleh bek Thailand. Namun seketika bola sirna dari jangkauan Thailand dan dimanfaatkan oleh Syafik Ismail dari sisi kanan. Syafik menggiring bola sepanjang sisi kiri pertahanan Thailand untuk kemudian melepaskan umpan silang yang diakhiri oleh Azfar Fikri.

Kala berjumpa Laos, opsi umpan silang masih diterapkan. Dua dari tiga gol Malaysia berawal dari umpan silang yang kemudian dicetak Luqman. seperti itu juga satu dari dua gol ke gawang Singapura melalui pemanfaatan tendangan penjuru. Azfar menyambut umpan dengan tandukan yang merobek gawang Singapura.

Akan tetapi, selama turnamen SEA Games 2021, Malaysia senantiasa kebobolan di tiap lomba. Terhitung, telah tujuh gol yang bersarang ke gawang Azri Ghani. Masing-masing satu gol dari Thailand, Laos, dan Vietnam, walaupun masing-masing dua gol dari Singapura dan Kamboja.

Thailand sukses membuka keunggulan melalui Patrik Gustavsson. Berawal dari Davis yang melebar ke sisi kanan lalu memberikan bola pendek kepada Jakkit Palapon. Jakkit sempat mengecoh pemain belakang Malaysia sebelum memberikan bola kepada Gustavsson. Alih-alih memotong bola, dua pemain Malaysia Harith Haiqal dan Zikri Khalili justru hanya membayangi pergerakan Gustavvson sehingga gol pun tercipta.

Sementara gol Singapura ke gawang Malaysia disebabkan oleh ruang kosong di tengah lapangan yang cukup besar. Terhitung tujuh pemain Malaysia berkumpul di sekitar kotak pinalti sendiri. Dengan seperti itu, tembakan Nur Muhammad Shah menjebol gawang Malaysia dari luar kotak pinalti.

Selain itu, Kamboja juga kapabel memanfaatkan kegagalan penerapan garis pertahanan tinggi Malaysia. Ketika itu, Sa Ty menyambut umpan lambung dari tengah. Namun Ubaidullah Shamsul yang berada dekat dengan Sa Ty berada terlalu depan dan kesulitan membalikkan badan untuk kemudian berlari mengejar bola.

Baca juga:  Babak Pertama Sehabis, Diogo Jota Bawa Liverpool Mengungguli 1-0 atas Watford : Liga Judi

Selain bobol melalui permainan terbuka, Malaysia juga kebobolan melalui set-piece ketika melawan Singapura dan Vietnam. Dua gol hal yang demikian disebabkan oleh kesalahan yang sama, yaitu barisan pertahanan Malaysia terlalu fokus kepada bola dan abai kepada pergerakan pemain lawan.

Padahal, dalam tiap lomba, pelatih Brad Maloney senantiasa menurunkan lima bek untuk mengisi lini belakang Malaysia. Alih-alih merasa aman, Malaysia menjadi salah satu tim yang senantiasa kebobolan di tiap lomba.

Nikmati kemenangan judi bola dengan odds terbaik di Liga Judi. Karena kami ialah Agen SBOBET terpopuler di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.