Kontroversi Transfer Dua Bintang Liga 1

Kontroversi Transfer Dua Bintang Liga 1

Setelah Liga 1 2021/22 usai, bursa perpindahan pemain pun mulai dibuka. segala tim berlomba-lomba untuk membangun skuadnya dengan pemain baru untuk mencapai target pada musim depan. Para pemain bintang pun akan berdatangan menuju timnya yang baru. Salah satunya dari tim PSIS Semarang yang mendatangkan Taisei Marukawa dari Persebaya Surabaya.

Selain Marukawa, PSIS juga mendatangkan Carlos Fortes dari Arema FC. Marukawa merupakan pemain terbaik Liga 1 musim lalu, sementara Fortes merupakan pencetak gol terbanyak Arema dalam rentan waktu yang sama. komplit telah dan cukup mengejutkan bagi masing-masing kubu timnya karena kepindahannya seperti itu mendadak sehingga menjadi kontroversi.

berdasarkan kabar dari media yang beredar, Marukawa memberikan informasi bahwa dirinya akan balik ke negara asalnya yaitu Jepang setelah Liga 1 musim lalu selesai. Kenyataanya, Marukawa telah diresmikan oleh tim PSIS pada acara peresmian melalui live Instagram. Kabar ini menimbulkan kekecewaan pada Persebaya karena telah berusaha sekuat mungkin untuk memperpanjang kontak Marukawa.

malahan diketahui seandainya Persebaya juga telah menawarkan gaji lima kali lipat dibanding gaji sebelumnya. Akan tetapi Marukawa tetap menolak dan lebih memilih pindah ke PSIS. Alasan yang diketahui merupakan sekedar jersey PSIS berwarna biru yang mirip dengan Tim Nasional Jepang. Hal ini juga berhubungan dengan keinginannya untuk membela timnas Jepang. PSIS juga diketahui mempunyai proyek kerja sama dengan Tokyo Verdy.

Proyek ini juga diketahui sebagai salah satu alasan Marukawa pindah karena dirinya ingin kembali bermain ke liga di negara asalnya. Dari pihak Persebaya melalui pelatihnya, Aji Santoso juga mengungkapkan bahwa dirinya telah iklas atas kepergian Marukawa. Aji pernah menyebut bahwa ‘’segala pemain yang tak bermain dengan hati silahkan keluar dari Persebaya’’.

Baca juga:  Gagal Antarkan Swedia Lolos Piala Dunia 2022, Zlatan Ibrahimovic Ogah Pensiun : Liga Judi

Tim berjuluk Bajul Ijo ini juga telah siap mencari pemain baru untuk mengisi kekosongan di posisi yang ditinggalkan Marukawa. Setelah kabar ini tersebar luas di media, para suporter Persebaya pun turut geram karena kepindahan Marukawa ke PSIS. Banyak yang menyebut Marukawa dengan panggilan Moneykawa karena menduga bahwa alasan kepindahannya karena alasan tawaran gaji lebih tinggi. Suporter Persebaya juga menyerang akun instagram milik Marukawa dan PSIS dengan hujatan dan kata-kata kasar.

https://www.instagram.com/p/CeA0DIihvgQ/

Kasus yang dialami Fortes juga mirip dengan rekan barunya itu. tak ada yang menyangka dirinya akan pindah ke PSIS. Fortes menyebut alasannya pindah ke PSIS karena Arema terlalu lama mengeluarkan surat perpanjangan kontrak untuk dirinya. Fortes juga dijanjikan oleh PSIS bahwa timnya akan mendatangkan banyak pemain hebat supaya membantunya semakin bersinar di musim depan.

malahan kasus Fortes ini lebih parah dibanding kasus Marukawa. karena Fortes masih mempunyai sisa kontrak selama dua bulan bersama Arema, tetapi ia telah menandatangani kontrak bersama PSIS. Juragan 99 selaku pemilik klub Arema pun juga kaget karena Fortes tiba-tiba pindah tanpa berpamitan. Setelah mengetahui kabar kepindahan Fortes, tim Arema pun bergegas merekrut banyak pemain baru.

Tim berjuluk Singo Edan ini juga kabarnya telah menyiapkan striker ganas untuk mengisi kekosongan lini yang ditinggalkan Fortes. Banyak supporter Arema juga yang tersulut emosional karena kepindahan Fortes. Banyak suporter Arema yang menyerang akun instagram Fortes dengan penuh hujatan. Kebanyakan menyebut penyerang asal Portugal itu dengan label pemain yang tak mempunyai attitude yang bagus karena tak berpamitan dengan Juragan 99 setelah kepergiannya.


https://www.instagram.com/p/Cb8mQXMvXDo/

sebetulnya transfer pemain merupakan hal yang wajar dalam sepakbola. Banyak pemain yang menginginkan dirinya bermain ke tim lebih kuat dengan proyek yang terang. Nominal gaji pun juga salah satu alasan seorang pemain memilih tim yang akan dihuninya. Namun mengerjakan transfer pemain juga telah ada prosedur layak aturan liga tak bisa semena-mena, seperti tawaran kontrak, izin ke klub dan masih banyak lagi yang wajib dikerjakan. Namun kasus-kasus di atas telah menyalahi aturan transfer, karena klub tak terbuka dengan eks tim pemain seandainya telah mengerjakan tanda tangan kontrak.

Baca juga:  Zidane Iqbal, Pencuri Perhatian dari Timur Tengah

Kasus Fortes contohnya, sebaiknya ia menghabiskan sisa kontraknya terlebih dahulu atau bisa dengan cara PSIS menebus klausul kontrak Fortes. Setelah pindah ke tim yang baru. Fortes lebih bagus mengerjakan salam perpisahan ke pihak Arema dan juga para suporter supaya menghindari kontroversi. Seharusnya PSIS juga mengerjakan kontak terlebih dahulu dengan eks tim sang pemain supaya tetap menjaga hubungan bagus dengan sesama klub profesional.

Para suporter pun juga wajib lebih dewasa dalam mendapatkan kepindahan pemain supaya tak menimbulkan perpecahan dan juga tak mengerjakan hujatan yang terlalu keras ke pemain. Dengan tindakan suporter ini bisa membikin banyak pemain asing lain juga tak betah untuk bermain di Indonesia dengan tekanan suporter yang cukup tinggi.

Penulis: @Naufal Ramadhani

Foto: Istimewa

Nikmati kemenangan judi bola dengan odds terbaik di Liga Judi. Karena kami merupakan Agen SBOBET terpopuler di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.