Ketua Komisi X DPR RI Meminta Evaluasi Total Terkait Keselamatan dan Keamanan Suporter Sepakbola

Ketua Komisi X DPR RI Meminta Evaluasi sempurna Terkait Keselamatan dan Keamanan Suporter Sepakbola

perlombaan yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya, hari Jumat (17/6), di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menelan dua korban jiwa atas nama Sopiana Yusup (Bogor) dan Ahmad Solihin (Cibaduyut). Dikutip dari, Tirto.id, berdasarkan Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol, Aswin Sipayung, korban meregang nyawa diakibatkan situasi yang berdesakan di luar Stadion dikala hendak memasuki pintu masuk. Kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit sebelum dinyatakan meninggal.

Tragedi di GBLA semestinya tak terjadi bila standar prosedur keselamatan dan keamanan berjalan dengan bagus. Ini diungkap oleh Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, dalam wawancaranya bersama CNN Indonesia, hari Senin (20/6).

Dalam Pasal 54 No. 11 Tahun 2022 skor (5) huruf c Undang-Undang Keolahragaan yang baru, bahwa suporter Memperoleh jaminan keselamatan dan keamanan. “Ini tragedi yang semestinya tak perlu terjadi. Soal euforia itu hal lain, tetapi kami meyakini ketika penyelenggaraan bisa berjalan dengan bagus, standar keamanan dan keselamatan bisa terpenuhi, semestinya tak terjadi (tragedi),” ujarnya.

Kelalaian Panitia Pelaksana

Panitia Pelaksana (Panpel) tak bisa membendung membludaknya suporter yang hadir di stadion Gelora Bandung Lautan Api. hasilnya, situasi di luar stadion penuh sesak dan tersendat di pintu masuk. Saling dorong mendorong dan penonton yang terburu-buru masuk tak terhindarkan, menyebabkan sejumlah penonton terhimpit dan tergencet.

Kenyataannya dalam kasus GBLA ini, segelintir penonton tak bisa masuk, meski telah mempunyai karcis. Pelayanan ini yang seharusnya menjadi perhatian dari Panpel kepada penonton yang telah membeli karcis.

Membedah mengenai hak dan kewajiban seorang suporter yang akan menonton sebuah perlombaan, seyogyanya penonton wajib membeli karcis, setelah itu suporter mendapat hak untuk menonton perlombaan. bila penonton telah menunaikan kewajibannya dalam membeli karcis, dan haknya tak terpenuhi (menonton), sebaiknya pihak pengelola patut membayar hak dari suporter yang tak bisa menonton perlombaan.

Baca juga:  PSIS Semarang vs Persipura Jayapura: Mutiara Hitam Bidik Kemenangan supaya Keluar dari Zona Degradasi : Liga Judi

Penonton tanpa karcis masih bisa merangsek masuk ke dalam stadion. Ini terbukti dari jumlah penonton yang memenuhi tribun penonton. Dikutip dari Sport.detik.com sebanyak lebih dari 37 ribu penonton, dari jatah karcis yang dijual sebanyak 15 ribu kursi.

Syaiful Huda selaku Komisi X DPR RI mendesak supaya pihak yang bertanggung jawab untuk diseret ke ranah hukum. “tak ada sepak bola seharga nyawa manusia. Kami mendesak supaya pihak-pihak yang bertanggung jawab secara lantas atau tak lantas atas kematian dua suporter di Stadion GBLA diseret ke ranah hukum. Mereka patut mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara pidana,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Sabtu (18/6/2022).

Hak Suporter


Suporter yang berniat menyaksikan perlombaan dengan membeli karcis perlombaan mengalami kesulitan dalam memasuki stadion, apalagi berdesakan yang memungkinkan bisa menyebabkan luka, malah meninggal. Keamanan serta keselamatan merupakan hak bagi seseorang dalam menyaksikan suatu gelaran olahraga.

Syaiful Huda menjelaskan bila Panpel perlombaan, yakni PT PBB, malah penyelenggara Piala Presiden, diantaranya PSSI dan LIB perlu dievaluasi dalam pengelolaan sistem terkait suporter, secara khusus dalam menyaksikan sebuah perlombaan olahraga.

Dalam Pasal 54 No. 11 Tahun 2022 skor (5) huruf b Undang-Undang Keolahragaan, menyebutkan suporter memperoleh fasilitas yang layak dengan nilai karcis masuk.

“Ada kebiasaan suporter yang tak pegang karcis mereka memaksakan masuk. tetapi, kita juga tak tahu, jangan-jangan ada yang pegang karcis, tetapi tak bisa masuk. Itu yang lalu kemudian terjadi tragedi itu (GBLA). seluruh tak ada trust. Kita perlu bangun trust dimana orang yang punya karcis, bisa masuk. Jangan hingga orang yang tak punya karcis diberi ruang untuk bisa masuk. Nah, model praktek demikian ini tak ada jaminan hingga hari ini. Karena itu penting nya aku kira ini untuk dievaluasi, sebelum dilaksanakan kembali,” terang Syaiful Huda.

Baca juga:  Menjelang Manchester City vs Atletico Madrid: Pep Guardiola Berpikir Keras Buat Kandaskan Los Rojiblancos : Liga Judi

Syaiful Huda menambahkan bila dalam UU Keolahragaan, suporter tak hanya sebagai “konsumen”, melainkan patut menjadi bagian utuh dari sebuah klub.

“Suporter tak hanya sebagai customer. Suporter patut menjadi bagian yang utuh dari seluruh urusan industri olahraga kita, termasuk di dalamnya ada sepakbola. PSSI patut duduk bersama dengan teman-teman suporter untuk mengevaluasi sempurna penyelenggaraan Piala Presiden 2022 ini. Jangan lupa, di Undang-Undang Keolahragaan ada amanat khusus terkait suporter, ujar Syaiful Huda.

Ketika hak-hak hal yang demikian tak terpenuhi, malah bisa meregang nyawa, ini tentunya patut menjadi evaluasi besar bagi penyelenggara. Secara luas, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pun mengevaluasi apa yang telah terjadi. Secara keseluruhan, Syaiful Huda meminta gelaran Piala Presiden 2022 untuk dievaluasi.

“Ke depan, PSSI sebagai penyelenggara, termasuk PT LIB, bisa memastikan seluruh standar dan prosedur yang diikuti secara tegas. patut dievaluasi sempurna dan banyak hal yang patut dipelajari dari tragedi yang terjadi. seluruh rencana perbaikan patut di publish supaya publik terlibat dalam bagian rencana perbaikan hal yang demikian.

Nikmati kemenangan judi bola dengan odds terbaik di Liga Judi. Karena kami yakni Agen SBOBET terpopuler di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.