Definisi “Kerja Ikhlas” ala Punggawa Gaelic Football

Definisi “Kerja tulus” Ala Punggawa Gaelic Football

Oleh: Ghani Umar Altunayan, Mahasiswa dan tinggal di Bandung. Bisa dihubungi melewati instagram: @ghaniumaralt, twitter:https://twitter.com/karcisparxir”> @karcisparxir.

Dengan risiko cedera yang lebih tinggi dibanding sepakbola, pemain Gaelic Football Irlandia masih bermain secara sempurna meski tak mendapatkan upah profesional.

Berbeda dengan sepakbola yang semacam itu populer di seluruh penjuru Britania, Republik Irlandia mempunyai identitas tersendiri. Gaelic games merupakan olahraga paling populer di seluruh bagian Irlandia, bagus itu di sisi Republik ataupun Irlandia Utara yang notabene telah menjadi bagian kerajaan Britania Raya.

Permainan ini meliputi beberapa cabang olahraga, namun yang lebih tersohor ialah Gaelic Football dan Hurling. Gaelic Football merupakan varian lain dari sepakbola khas Irlandia yang merupakan gabungan antara rugby dan sepakbola, meski Hurling merupakan campuran sepakbola dan hockey (dengan tongkat dan bola kecil).

bagus Gaelic Football ataupun Hurling menggunakan lapangan dan gawang persis seukuran sepakbola, komplit dengan penjaga gawang serta tujuan nilai (gol) yang sama. Bedanya dengan sepakbola dan hockey, dalam Gaelic bola boleh dipegang menggunakan tangan.

Bisa dibayangkan jikalau olahraga hal yang demikian tak hanya menuntut kecepatan serta taktik, melainkan juga situasi lahiriah yang betul-betul prima guna menahan terjangan dan benturan seperti rugby dan hockey. Pemain malas tak diberi tempat dalam permainan ini.

Permainan ini menyajikan hiburan dan daya tarik bagi masyarakat yang identik dengan budaya Celtic hal yang demikian. jikalau menonton ulasan perlombaan Gaelic football di saluran YouTube, puluhan ribu pasang mata memenuhi stadion tiap pertandingannya, meskipun itu sekelas partai lokal antar county (klub setingkat kabupaten) di Irlandia. Gaelic juga ditayangkan di TV guna memanjakan mata mayoritas rakyat Irlandia.

Baca juga:  Cocoklogi Ini ucap Cristiano Ronaldo Bawa Tim indonesia Portugal Menang Piala Dunia 2022 : Liga Judi

jikalau memandang antusiasme sebesar itu, tentu berbanding lurus dengan sorotan media nasional kepada olahraga hal yang demikian. Berita seputar Gaelic, bagus football atau hurling juga mendominasi beberapa besar kolom berita di media olahraga Irlandia, malah menenggelamkan hasil atau ulasan seputar Liga Utama Sepakbola Irlandia itu sendiri.

Dengan kepopuleran serta sorotan olahraga ini di seluruh Irlandia, apakah para pemain yang menggeluti olahraga hal yang demikian bisa terbilang mapan secara finansial? Lalu, bagaimana sistem pembayaran para pemain yang berjibaku menghadapi terjangan yang tentu saja berisiko cedera di tiap pekan perlombaan?

Sebelum membahas pendapatan ‘local hero’ Gaelic Football, mari kita tarik mundur ke belakang menuju sejarah permainan itu dimulai.

Sejarah dan Fundamental Gaelic Games

Gaelic Games telah dimainkan semenjak abad pertengahan. Namun secara organisasi, Gaelic Games baru dibentuk pada abad ke-19 oleh Gaelic Athletics Association (GAA) sekaligus menjadi wadah persaingan legal olahraga gaelic di Irlandia.

Pembentukan organisasi legal hal yang demikian didasari atas kekhawatiran bahwa masyarakat Irlandia takut jikalau olahraga nasional asli Irlandia mengalami kepunahan lalu tergantikan oleh olahraga Inggris seperti sepakbola, rugby, atau kriket (Jaime Orejan, 2006).

Gaelic games sejatinya memang hanya membawa motivasi tradisional dari leluhur mereka serta identitas nasional bangsa Irlandia. malah motivasi nasionalis itu diterapkan pada aspek terkecil di atas lapangan.

Ada regulasi unik di mana seluruh pemain di lapangan wajib menggunakan bahasa Gaelic Irlandia ketika berkomunikasi dengan wasit yang memimpin perlombaan. jikalau ada salah seorang pemain yang ketahuan berbicara bahasa Inggris, karenanya tim hal yang demikian dinyatakan menjalankan pelanggaran.

Ada suatu kasus dalam perlombaan gaelic football, di mana wasit melarang pemainnya berkomunikasi dengan bahasa Irlandia. akhirnya seusai perlombaan, wasit hal yang demikian mendapatkan dakwaan dari asosiasi Gaelic Game.

Baca juga:  3 Perempuan Supercantik Rusia yang Dicintai Cristiano Ronaldo, Nomor 1 Pesaing Georgina Rodriguez : Liga Judi


Aturan bernada ‘ultra-nasionalis’ juga pernah ada di sistem olahraga Irlandia. seluruh pemain gaelic games dilarang untuk menyaksikan secara seketika ‘perlombaan asing’ yang bukan berasal dari Irlandia, seperti sepakbola, rugby, hockey, dan kriket. Tetapi aturan hal yang demikian akhirnya dicabut oleh induk olahraga Gaelic Irlandia.

Euforia tak sebanding dengan pendapatan

Kendati ketika ini Gaelic Football telah mapan secara organisasi ataupun finansial karena kapabel menarik ratusan ribu penggemar, nyatanya para punggawa gaelic football tak senantiasa merasakan materi hasil jerih payah di lapangan.

Ada pemain yang tak mendapatkan upah dari tim yang mereka bela, alias tak ada kontrak profesional kepada para pemain seperti atlet pada umumnya. Hal hal yang demikian dikarenakan sifat gaelic games yang masih menjadi olahraga tradisional khas Irlandia, dengan kata lain klub gaelic masih dikelola secara amatir.

Di tengah situasi seperti itu, ada klub Gaelic Football dari luar Irlandia yang berkecimpung di persaingan Liga Gaelic Football Irlandia, yaitu klub Gaelic New York GAA (Amerika Serikat) dan London GAA (Inggris).

Uniknya lagi, perlombaan ini tetap menggunakan sistem home & away. Bisa dibayangkan jikalau tim Irlandia mesti bertandang ke Amerika Serikat ataupun sebaliknya, tim Amerika mesti terbang ke Irlandia yang berjarak 4000 mil atau sekitar 6500 Kilometer melintasi Samudra Atlantik. jikalau dilihat dari segi ongkos, perjalanan itu betul-betul menguras anggaran bagi klub dari persaingan amatir.

Meski peluang meraih kekayaan dari menggeluti olahraga ini terbilang kecil, setidaknya ada pembelajaran seputar bagaimana menjadi atlet yang tangguh secara kekuatan lahiriah. Banyak pemain top Liga Inggris yang menjadikan gaelic football sebagai batu loncatan sebelum terjun ke kancah sepakbola profesional, secara khusus mereka yang berasal ataupun mempunyai keturunan Irlandia seperti Kevin Doyle, Shane Long, Jack Grealish, malah legenda Manchester United, John O’Shea.

Baca juga:  peroleh Tiga Kelemahan Tim indonesia Indonesia U-19, Shin Tae-yong lantas Geber Latihan Khusus : Liga Judi

Celah meraup pendapatan ala Atlet Gaelic

mujur, ketika ini teknologi telah mapan, semacam itu pula media sosial yang masif digunakan oleh bermacam faktor masyarakat. karenanya dari itu, satu-satunya pendapatan pemain berasal dari kontrak sponsor ataupun endorsement media sosial.

Itu pun jikalau pemain hal yang demikian terkenal dan mempunyai banyak pengikut di media sosial. Dilansir dari Irish Times, atlet gaelic football terkemuka kerap mematok biaya hingga 1300 pounds per postingan Instagram.

Tak hanya mendapat upah berupa uang, para ‘rockstar’ gaelic football terkadang dibayar dengan peralatan penunjang karir seperti sarung tangan, suplemen olahraga, malah diberi kendaraan secara hanya-hanya. Akan tetapi pendapatan pemain hal yang demikian justru menuai pro-kontra antarpelaku Gaelic Football lainnya.

Ada yang menganggap jikalau hal hal yang demikian telah bertabrakan dengan motivasi idealis yang dijunjung pelaku olahraga tradisional Irlandia ini. jikalau dahulu pemain tak dibayar alias murni atas dasar kebanggaan individu membela tanah kelahiran, ketika ini pemain terkenal bisa meraup pundi-pundi keuntungan dari hasil sponsor media sosial.

Lantas bagaimana nasib pemain kurang mentereng yang tak kapabel menoreh popularitas di luar lapangan gaelic football? Mereka tetap berpegang teguh pada nilai tradisional dengan tak mendapat keuntungan dari segala sepak hempas di tanah leluhurnya. Dengan kata lain mereka telah mempraktikkan kerja tulus yang sesungguhnya.

Nikmati kemenangan judi bola dengan odds terbaik di Liga Judi. Karena kami merupakan Agen SBOBET terpopuler di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.