Bali United Layak Juara dan Berbagai Alasannya

Bali United Layak Memenangkan juga bermacam-macam Alasannya

Liga 1 2021/22 telah memasuki babak akhir. Di papan atas, Bali United masih pemuncak klasemen dengan raihan 72 skor. Bali menyisakan satu laga, namun hasil imbang Persik Kediri vs Persib Bandung telah lebih dahulu memastikan Bali memenangkan liga musim 2021/22.

Klub berjuluk Serdadu Tridatu berdiri pada 2015, setelah diakuisisi Pieter Tanuri. Dalam rentan empat tahun, Bali sukses menjuarai Liga 1 2018/19. Juga dalam enam tahun, Bali balik memenangkan persaingan musim 2021/22. Bali tercatat sebagai satu-satunya klub yang sukses sabet trofi liga dua kali berturut-turut (2019 & 2022).

semenjak permulaan musim bergulir, Bali memang dianggap kelak keluar sebagai memenangkan. Liga di Indonesia, berdasarkan anggapan publik, terkesan telah memastikan siapa yang kelak memenangkan. Namun terlepas dari itu, Bali pada dasarnya layak buat meraih trofi musim ini dengan bermacam-macam catatan.

Santai dalam Bursa Switch

Bali yaitu klub yang gak terlalu sibuk bongkar pasang pemain. Pada bursa switch tengah musim, klub yang ditangani Stefano “Teco” Cugurra itu merekrut enam juga melepas tiga pemain.

Irfan Jaya direkrut dari PSS Sleman. PSS dengan berani melepas pemain 26 tahun itu, yang padahal punya rekam jejak bagus dalam putaran pertama, dengan mencetak enam gol juga tiga asis. Torehannya itu merupakan yang terbanyak di PSS. Pencetak gol yang menyamai Irfan hanya Juninho, meski daftar penyumbang asis hanya disamai Nemanja Kojic.

Selain itu, Irfan direkrut berkat tampil apik bersama Tim indonesia Indonesia di Piala AFF 2020 (2021). Berposisi sebagai sayap kanan, pemain berpostur 161 CM itu bukukan tiga gol dalam enam penampilannya. Irfan menolong Indonesia keluar sebagai runner-up.

Kendati demikian, Irfan gak banyak mendapat menit bermain di Bali. Setidaknya, dia merumput paling lama selama 58 menit, juga paling singkat selama tiga menit dalam satu laga. Irfan tercatat telah bermain dalam 12 laga bersama Bali, dengan torehan satu gol.

Baca juga:  4 pesepakbola high dunia yang lapar dikala bertanding, nomor 1 lapar makan burger: Liga Judi

Nasib Irfan justru berbeda dengan Privat Mbarga. Rata-rata Mbarga bermain penuh dalam 16 laga bersama Serdadu Tridatu, semenjak didatangkan dari klub asal Kamboja, Svay Rieng. Pemain berposisi sayap kanan itu telah mencatatkan empat gol serta delapan asis.

Mbarga juga Bali telah saling bertemu di Piala AFC 2020. Ketika itu Mbarga masih membela Svay Rieng juga jadi bintang, sementara Bali mendapat slot bertanding di tingkat Asia setelah menjuarai Liga 1 2018/19.

Svay Rieng, Bali, United Metropolis, juga Quang Ninh tergabung dalam Grup G AFC 2020. Pada laga kedua, Svay Rieng menang atas Bali dengan skor 2-1. by way of akselerasi dengan cepat, Mbarga memberikan asis kepada Hoy Phallin juga memecah kebuntuan di menit ke 12. Mbarga jua mencetak gol kedua buat Svay Rieng.

Namun empat rekrutan lain, yakni Abduh Lestaluhu, Ahmad Agung, juga Eky Taufik minim menit bermain. Sementara Kadek Dimas, yang berstatus jebolan akademi, gak mendapat kans sekalipun buat merumput bersama Bali.

Jadi Tuan Rumah di Putaran Empat & Lima

Pulau Dewata Bali mendadak jadi lokasi putaran empat juga lima. Padahal faktanya, Provinsi Bali gak masuk dalam daftar lokasi perhelatan Liga 1 2021/22. semenjak permulaan, PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunjuk Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, juga DIY Yogyakarta sebagai lokasi tanding.

Secara rinci, seri pertama bergulir di Jabodetabek, seri kedua juga ketiga di Jawa Tengah. Namun menuju akhir seri ketiga, LIB mengumumkan seri empat kelak berjalan di Bali, meski seri kelima masih belum ditentukan.

Pada dikala seri keempat bergulir, timbul gelombang COVID-19 di Bali. Akibatnya, beberapa pemain tumbang dihantam COVID-19. Klub pun kehilangan pemain kunci. Sehingga ingin gak ingin mengajukan laga buat ditunda. Setidaknya telah dua laga Liga 1 ditunda, yakni Madura United vs Persipura Jayapura juga PSM Makassar vs Persib Bandung.

Baca juga:  Memahami perlombaan Behind Closed Door


Belum lagi pengaruh COVID-19 menjalar hingga ke pemain yang dipanggil Shin Tae-yong buat unjuk gigi di Piala AFF U-23 2022. Sayangnya, kans Indonesia berlaga di tingkat Asia Tenggara batal, setelah beberapa pemain terbukti mengidap COVID-19.

Bukan tanpa catatan laga ditunda juga Indonesia batal berangkat, karena dikala itu kasus COVID-19 tengah beranjak naik. Terlebih Bali yaitu tempat pariwisata mancanegara. Bali ingin memulihkan ekonomi dengan cara membuka gerbang pelancong, juga boleh menjadi jua by way of sepakbola.

Apalagi, seri keempat juga kelima yang bertempat di Bali, menguntungkan sang tuan rumah. Setelah laga penutup seri pertama, Bali bertengger di posisi ketiga klasemen. Berlanjut ke seri kedua juga ketiga, Bali habis di posisi kelima.

Barulah dikala seri keempat, Bali merangsak naik ke puncak klasemen, juga bertahan hingga seri kelima. Apakah kebetulan?

Pada dasarnya, jadi tuan rumah dalam perhelatan liga ada keuntungan tersendiri. Daya paham Bali atas wilayah sendiri, bisa meningkatkan mentalitas para pemain. Pemain, yang bertarung segera di lapangan, bisa merasa lebih percaya diri bermain di sangkar.

Bali United sebagai IPO

Bali United telah sah jadi Preliminary Public Providing (IPO) pada 2019 berkode BOLA. IPO merupakan perusahaan atau emiten yang menjual saham kepada publik. Bali pun jadi klub sepakbola kedua Indonesia yang go public.

Dalam proses IPO, Bali menghimpun dana sebesar Rp 350 miliar buat ditawarkan secara perdana. PT Bali Bintang Sejahtera, yang jadi induk Bali United, melepas 33.3% saham dengan harga Rp 175 per lembar.

Sederhananya, tujuan Bali membuka perusahaan kepada publik buat menarik pendanaan dari investor. Semakin banyak investor yang menaruh uang, semakin sehat juga bertumbuh pula keuangan Bali. kesudahannya, klub milik Pieter Tanuri ini gak perlu memikirkan gaji pemain yang serba mahal.

Baca juga:  Domenico Berardi Masih Sakit Hati Italia Gagal Mentas di Piala Dunia 2022 : Liga Judi

Beberapa bulan habis sah jadi IPO, Bali menyabet trofi Liga 1 2019 buat pertama kali. Praktis, harga saham Bali segera meroket. Dikutip CNBC Indonesia, harga saham Bali naik hingga Rp 368 per lembar.

Sepanjang Liga 1 2019, klub yang dahulu bernama Persisam Putra Samarinda itu mencatatkan pendapatan senilai Rp 115,2 miliar. Pendapatan hal yang demikian didominasi berkat peningkatan harga karcis nonton Bali sebesar 43% atau Rp 50.000.

Meski demikian, berdasarkan Wall Avenue Journal, para analis memperkirakan klub yang melantai di bursa saham dalam bentang panjang kelak mendapat masalah. Masalah itu timbul ketika harga saham dipatok tinggi, tetapi gak berbanding lurus dengan dividen (keuntungan) bagi investor.

Terlebih, seandainya performa klub di lapangan cukup menurun, harga saham gak kelak stabil. Selain dikutip Bisnis, kebijakan bursa switch pemain juga pergantian juru taktik bisa membikin investor gak puas, malahan angkat kaki. Artinya, penunjukkan pemain ataupun pelatih gak hanya berdasarkan popularitas, tetapi jua rekam jejak yang bagus.

Balik keluar sebagai memenangkan Liga 1, besar kemungkinan harga saham Bali semakin melejit. Publik kelak berbondong-bondong membeli saham. Otomatis finansial Bali semakin segar juga sehat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.