https: img.okezone.com content 2022 03 26 51 2568120 5-klub-yang-langsung-degradasi-setelah-juara-nomor-1-dari-indonesia-nIFkF8JMNx.jpg

5 Klub yang lantas Degradasi Setelah Menang, Nomor 1 dari Indonesia : Liga Judi

SEBANYAK 5 klub yang lantas degradasi setelah menang bakal dibahas dalam tulisan ini. Keberhasilan jadi menang di musim sebelumnya, enggak menjamin mereka kelak langgeng di persaingan dalam negeri mereka masing-masing pada musim setelahnya.

Hanya saja, bukan hanya karena performa yang menurun menyebabkan mereka degradasi. Ada faktor lain seperti hukuman dari federasi yang membikin klub-klub ini mengalami degradasi. Lantas, siapa saja klub yang dimaksud?


Berikut 5 klub yang langung degradasi setelah menang:

5. Juventus

Juventus

Juventus berstatus menang Liga Italia 2004-2005 serta si Nyonya Tua pun sejatinya memenangkan trofi di musim 2005-2006. Namun, karena dinyatakan melalukan pengaturan skor pada 2004-2005 serta 2005-2006, Juventus dinyatakan terdegradasi ke Serie B 2006-2007!

Enggak sekedar dihukum turun kasta, dua gelar Juventus di musim 2004-2005 serta 2005-2006 pun dicopot. Selain itu, Juventus pun semestinya memulai Serie B 2006-2007 dengan minus 9 nilai.

4. FC Nurnberg

FC Nurnberg

FC Nurnberg keluar sebagai menang Liga Jerman 1967-1968. dikala itu setelah melewati 34 perlombaan, FC Nurberng duduk di puncak klasemen dengan 47 angka, mengungguli tiga nilai dari Werder Bremen di posisi dua.

Namun, setahun berselang FC Nurnberg terdegradasi setelah hanya menempati posisi 17 dari 18 peserta. Merosotnya performa FC Nurnberg efek dari keputusan sinting sang pelatih, Max Merkel, yang merombak grup secara keseluruhan. Dia memasukkan 13 pemain junior ke skuad utamanya serta mayoritas dijadikan pemain andalan.

3. Manchester City

Manchester City

Sebelum mendominasi Liga Inggris seperti kini, Manchester City pernah menguasai Liga Inggris pada musim 1936-1937. dikala itu Manchester City mengoleksi 57 angka, mengungguli tiga nilai dari Charlton Athletic di posisi dua.

Baca juga:  Persib Bandung vs Persik Kediri: Skor Kacamata Akhiri Babak Pertama : Liga Judi

Namun, semusim berselang Manchester City hanya finis di posisi 21 dari 22 peserta. Meski tampil sebagai grup terproduktif dengan 80 gol, Manchester City pun tercatat sebagai grup dengan pertahanan terlemah, yakni kemasukan 77 kali.

2. AC Milan

AC Milan

AC Milan yang diperkuat Alberto Bigon merupakan kampiun Liga Italia 1978-1979. dikala itu AC Milan mengumpulkan 44 angka, mengungguli tiga nilai dari Perugia di tempat kedua. Sayangnya, AC Milan terkena skandal Totonero yang enggak jauh berbeda dari Calciopoli.

Meski finis di posisi tiga Liga Italia 1979-1980, AC Milan dipaksa terkena degradasi. kesudahannya, AC Milan terjun ke posisi 15 serta semestinya didegradasi ke Serie B.

1. Petrokimia Putra

Petrokimia Gresik merupakan kampiun Liga Indonesia 2002. Kala itu di partai puncak, Petrokimia menang 2-1 atas Persita Tangerang yang diperkuat Ilham Jayakesuma.

Namun, performa apik di atas gagal dipertahankan di Liga Indonesia 2003. Menggunakan sistem persaingan penuh, Petrokimia hanya finis di posisi 18 dari 20 klub peserta.

memperhatikan fakta di atas, grup yang terdegradasi setelah menang karena hanya penurunan performa, melainkan ada pun yang mendapatkan hukuman dari federasi masing-masing.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.