Menelusuri Jejak Maradona di Video Game

Posted on

Menelusuri Jejak Maradona di Video Game – Dunia olahraga sepak bola tengah dirundung duka. Pemain legendaris asal Argentina, Diego Maradona, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (25/11/2020) malam WIB di usia 60 tahun. Terlepas dari kiprahnya di dunia sepak bola sebagai pemain profesional, jejak Maradona ternyata juga bisa ditemui di dunia virtual melalui sejumlah judul game. Dalam dunia video game modern, sosok yang akrab dengan julukan.

Menelusuri Jejak Maradona di Video Game

Kartu pemain Diego Maradona di game FIFA21 (kiri) dan eFootball PES 2021 (kanan).

Tangan Tuhan” karena aksinya di Piala Dunia 1986 itu kini bisa ditemui di dua game sepak bola ternama, sebut saja seperti FIFA 21 dan eFootball PES 2021 Season Update. Namun, jauh sebelum kehadiran resminya di kedua game tersebut, nama pria kelahiran 30 Oktober 1960 ini ternyata pernah muncul di beberapa game lawas. Bahkan, “Fluff”, nama panggilan Maradona yang diberi ayahnya (Don Diego), sempat “menyerang” pengembang game asal Jepang.

Konami lantaran namanya dipakai di beberapa video game sepak bola tanpa izin. Berikut ini jejak perjalanan Maradona di dalam video game. Kemunculan perdana “The Golden Boy” di dunia video game diawali dengan game berjudul Peter Shilton’s Handball Maradona. Game yang berjalan di konsol lawas Commodore 64, Amstrad CPC, dan ZX Spectrum ini memparodikan momen gol “Tangan Tuhan” Maradona yang sebenarnya merupakan pelanggaran handball.

Pemain pun bakal berperan sebagai Peter Shilton, penjaga gawang tim nasional Inggris, untuk menjaga bola yang dilancarkan “Maradona” agar tidak gol. Meski penendang bola di game ini tidak mirip dengan Maradona, game ini bisa dibilang merupakan referensi awal kemunculan Fluff di dunia game. Sebab, selain ada embel-embel ” Maradona” di judul game, terdapat nama penjaga gawang Peter yang kala itu memang dibobol oleh Maradona dengan gol ajaibnya.

Selain game itu, sosok yang menyerupai The Golden Boy juga sempat dijadikan referensi Maradona di game sepak bola bikinan Seibu Kaihatsu, Seibu Cup Soccer yang dirilis sekitar tahun 1990 untuk mesin arcade. Berbeda dengan Peter Shilton’s Handball Maradona, game ini justru tidak menampilkan nama, melainkan hanya pemainnya saja yang memang memiliki tampilan yang menyerupai Maradona.

Sebab, si karakter pemain disebutkan berasal dari Argentina, lalu memiliki gaya rambut keriting afro, serta memiliki nomor punggung “10”, yang merupakan nomor jersey Fluff di tim nasional Argentina. Namanya diganti Kehadiran Maradona di beberapa game tanpa mencatutnya secara gamblang terus berlanjut seiring berjalannya waktu. Bahkan, ada beberapa video game yang mengubah nama Maradona menjadi nama lain yang terkesan mirip. Di game AWS Pro Moves Soccer besutan Sega pada 1993.

Misalnya, nama Maradona berubah menjadi “Donadona”. Pada game yang berjalan di konsol Sega Genesis itu, Donadona juga memiliki nomor punggung yang sama dengan Maradona. Ada pula Konami yang merilis game berjudul International Superstar Soccer Deluxe sekitar tahun 1995 di konsol SNES, Mega Drive, dan PlayStation. Dalam game ini, nama Maradona diubah menjadi “Redonda”. Tak berhenti sampai di sini, perusahaan yang menerbitkan seri game.

Metal Gear” itu disebut masih menyertakan Maradona di game lain besutannya yang dirilis pada tahun 2000-an, yakni Pro Evolution Soccer (PES), dengan nama “Malgani”. Tidak ada penjelasan mengapa deretan pengembang ini mengganti nama Maradona, mungkin saja karena alasan hak guna nama sebagai merek atau lisensi yang tidak diajukan ke pemain asli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *